mengagamakan pancasila ??

Agama merupakan pandangan dan pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari, termasuk hidup berorganisasi. Pancasila juga merupakan pedoman dalam semua segi kehidupan berbangsa dan bernegara diIndonesia. Apakah itu tidak berarti mengagamakan Pancasila ??

Pancasila adalah sumber dari segala gagasan mengenai wujud masyarakat, yang menjamin kesentosaan dan memberikan kesejahteraan lahir dan batin. Pancasila dipergunakan sebagai pegangan hidup bangsa, penjelmaan falsafah hidup bangsa dalam pelaksanaan hidup sehari-hari. Semua tingkah laku dan tindak/perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila pancasila.

Sedangkan agama merupakan pedoman atau pondasi bagi manusia yang membatasi dan mengatur baik buruknya tingkah laku manusia, di dalam agama juga terdapat norma dan hukum yang berlaku dimana aturan di dalamnya wajib di taati.

Pendapat yang mengatakan bahwa “menjadikan pancasila sebagai ideologi merupakan sebuah bentuk mengagamakan pancasila” dapat dibantah karena bangsa ini memilki kebebasan untuk menterjemahkan Pancasila itu sendiri, untuk menyederhanakan Ideologi hanya sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila bukanlah agama karena kesederhanaan dan keumuman nilai-nilai yang terdapat di dalamnya, sedangkan agama sangatlah kompleks untuk diterjemahkan dan nilai-nilainya yang bersifat khusus bagi penganutnya, sedangkan pancasila menjadi sebuah nilai-nilai umum yang berlaku bagi seluruh rakyatIndonesia, apapun latar belakang agamanya.

Pancasila berbicara tentang kebaikan, sedangkan agama berbicara tentang kebenaran. Adakalanya kebaikan menjadi bagian dari kebenaran dan sebaliknya. Namun, tetap terdapat bagian dari kebenaran yang tidak dapat tersentuh oleh nilai kebaikan, begitupun sebaliknya, tidak semua nilai kebaikan merupakan kebenaran. Sebagai contoh, memakan daging sapi adalah hal yang baik, terutama pada masa pertumbuhan, namun hal ini tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu karena mereka melarang umatnya untuk memakan daging sapi.

Beruntungnya, nilai yang terdapat di dalam Pancasila bersifat baik dan benar, sehingga dari segi etis kita bisa mencernanya sebagai sebuah kebaikan, sedangkan dari segi keyakinan kita sebagai umat beragama hal itu juga dibenarkan. Secara etis kita meyakini bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan. Nilai-nilai kesepakatan ini tidak memberi celah untuk terjadinya pertentangan ketika seseorang menjalankan kedua nilai tersebut, yaitu Pancasila sebagai norma berbangsa dan bernegara guna mencapai sebuah kemakmuran dalam sebuah kemajemukan, dan agama sebagai sebuah pilihan hidup yang jauh lebih kompleks menuju kesejahteraan dunia dan kehidupan setelahnya. Pancasila justru memberikan hak sepenuhnya kepada masyarakat untuk memeluk agama yang dipilihnya. Agama juga bisa menjadi bahasa yang menghubungkan antar umat beragama di Indonesia karena nilai-nilainya yang dibenarkan oleh semua agama diIndonesia, yang selanjutnya dapat dijalankan bersamaan tanpa pertentangan.

Negara kita memang bukanlah negara agama, tetapi juga tidak begitu saja menjadi negara sekular yang memisahkan agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jadi, Pancasila adalah sebuah ideologi. Jika pancasila yang dijadikan sebagai pedoman hidup dikatakan berarti meng-agama-kan pancasila itu adalah salah karena agama dan pancasila berdiri sendiri, meskipun fungsinnya sama sebagai pedoman hidup manusia namun kandungan di dalamnnya berbeda, pancasila terkandung di dalamnya lima sila, sedangkan Agama adalah kepercayaan. Agama terkandung di dalamnya aturan-aturan yang wajib di taati yang mengatur baik buruknnya segala tingkah laku manusia dan terdapat hukuman jika melanggarnnya.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s